Minggu, 17 Maret 2019

8 Tanda Taubat Diterima


8 Tanda Taubat Diterima - Dalam kesehariannya seorang hamba tak akan pernah sepi dari salah dan dosa. Bagi manusia biasa, dosa seakan menjadi rutinitas yang seakan sulit untuk dihindari dan taka akan bisa menghidar. Manusia hanya bisa berusaha sekiranya mereka bisa meminimalisir kesalahan dan dosa yang mereka lakukan agar setidaknya ia selamat dari kekalnya di dalam neraka.

Allah yang maha pengasih dan maha mengampuni dosa, akan selalu mengampuni dosa yang dilakukan oleh hambanya; dari dosa terkecil sampai dosa yang paling besar seperti zina. Oleh sebab itu, seorang hamba yang berdosa dianjurkan untuk senantiasa meminta ampunan pada Allah dan bertaubat dari dosa-dosa yang mereka kerjakan, agar semua kesalahan dan perbuatan dosa yang dilakukannya, bisa diampuni oleh Allah.

Namun, dalam taubat sendiri ada cara-cara khusus yang harus dilakukan agar taubat yang dilakukan bisa dianggap dan diterima. Taubat yang sudah dilakukan memang terdapat tanda atau ciri-ciri  apakah taubat itu diterima atau malah taubat yang dilakukan tidak diterima dan hanya mengahasilkan kesia-siaan. namun tidak banyak orang yang tahu akan tanda dan ciri-ciri taubat diterima itu. oleh karena itu perlu kiranya penulis beritahukan disini akan tanda akan diterimanya taubat. agar orang-orang bisa tahu apakah taubat mereka diterima atau tidak diterima. Berikut 8 tanda taubat seorang hamba diterima;

1.       Akan menjaga lisannya dari dusta, ghibah, berlebihan dalam berbicara, dan mulutnya selalu disibukkan dengan berzikir dan membaca al-Quran.

2.       Akan menjaga perutnya dari makanan haram dan syubhat, yang hal itu dapat menjauhkan diri dari sang Maha Kuasa.

Seorang yang taubatnya diterima akan selalu waspada dan hati hati dalam sesuatu yang ia ingin mengkonsumsinya. Karena jika tidak, mereka akan terjerumus kedalam perkara syubhat dan haram.


3.       Akan menjaga matanya dari maksiat mata dan melihat dunia dengan pandangan senang tapi melihat dengan pengelihatan ibrah (mengambil teladan).
Seorang yang terbiasa berbuat dosa memang seakan selalu ingin mengulangi perbuatan dosa tersebut, sehingga secara tidak sengaja hal itu terus menjadi karakter. Nah, orang yang sudah bertaubat dan diterima taubatnya akan senantiasa menjaga dirinya dari perbuatan dosa yang pernah ia kerjakan. Cntoh kecilnya adalah maksiat mata.

4.       Akan menjaga tangannya, dan tidak dipergunakan kecuali kepada ketaatan.
Allah menciptakan tangan bagi manusia guna mereka mengunakannya dan memanfaatkannya untuk kebaikan. Namun sayangnya banyak dari manusia yang malah menggunakannya dalam kemaksiatan.

5.       Akan menjaga kakinya, dan tidak dipergunakan kecuali kepada ketaatan.
Kaki adalah salah satu faktor terbesar dalam terjadinya sebuah maksiat. Karna dengan kaki seorang dapat mudah merealisasikan maksiat yang ia ingin kerjakan. Karna sejatinya, jika kaki bisa menolak dan tidak mau berfungsi jika mau digunakan dalam kemaksiatan, barangkali kemaksiatan sangat sedikit yang terjadi

6.       Akan menjaga pendengaranya dan tidak dipergunakan kecuali pada ketaatan.
Ghibah atau yang populer dengan gosip adalah termasuk dosa yang sering dikerjakan oleh manusia. Ghibah sudah dianggap barang remeh, sehingga secara tidak sadar seorang sudah melakukan hal tersebut. dosa ghibah bukan hanya untuk yang ghibah namun juga untuk yang mendengar.

7.       Akan menjaga hatinya, sehingga sifat-sifat tercela akan dikeluarkan dari hatinya, seperti dengki dan lain sebagainya dan diganti dengan sifat-sifat terpuji.

8.       Selalu menjaga amal perbuatannya agar selalu didasari dengan ikhlas kepada Allah.
    banyak kita temukan orang yang rajin beribadah. selalu istiqamah dalam beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah. namun kita tidak tahu apakah orang tersebut melakukannya ikhlas dan murni lillahi taala. orang yang bertaubat dan diterima taubatnya akan selalu menjga amal ibadahnya agar senantiasa ikhlas dan lillahi taala.



Kamis, 28 Februari 2019

Keutamaan Membaca Surat Al-Kahfi Pada Hari Jumat


Keutamaan Membaca Surat Al-Kahfi Pada Hari Jumat- Sudah maklum adanya, bahwa hari Jumat merupakan hari terbaik , hari paling mulia dan istimewa dibandingkan dengan hari-hari yang lain. Hari jumat memiliki segudang keutamaan yang tidak dimiliki oleh hari yang lain. Peristiwa-peristiwa besar dan mengagumkan banyak yang Allah jadikan pada hari ini; terciptanya alam semesta, terciptanya nabi Adam, terjadinya kiamat dan banyak lagi yang lainnnya yang merupakan kejadian besar yang tak bisa terlepas dengan Islam. Hari Jumat juga memiliki seabrek amal ibadah khusus yang juga tidak dimiliki hari yang lain yang dapat lebih mendekatkan diri kepada yang maha kuasa. Maka dengan hal ini, tak ayal jika hari jumat disebut dengan Sayyidul Ayyam (Paling baiknya hari).
                  Dari seabrek amal ibadah yang ada pada hari Jumat tentunya penulis tidak bisa menyebutkan satu persatu amalan tersebut satu-persatu. Tapi intinya, amalan tersebut sudah banyak diketahui oleh para santri walapupun tidak banyak dari mereka yang tahu betul akan keutamaan dan fadilah yang terkandung di dalamnya. Di antara amalan tersebut adalah membaca Sutat al-Kahfi.

Oleh karena itu, rupanya sangat perlu penulis sebutkan di sini akan fadilah yang dimiliki oleh Surat al-Kahfi yang dibaca setiap hari jumat. Pertama, Rasulullah bersabda;

مَنْ قَرَأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ فِي يَوْمِ الْجُمْعَةِ أَضَآءَ لَهُ مِنَ النُّوْرِ مَا بَيْنَ الْجُمْعَتَيْنِ
” Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, jadi juga akan dipancarkan sinar untuk dia diantara dua Jum’at. ” (HR. Al-Hakim dan Al-Baihaqi )
Maksud dari hadist ini adalah bahwa orang yang membaca surat al-Kahfi pada hari Jumat Allah akan menjaganya dari perkara yang dapat menjauhkan dirinya dari Allah. Allah akan memberi nur padanya sehingga dapat membedakan perkara hak dan perkara batil. Karena tanpa nurnya Allah seseorang akan buta dan tidak tahu akan kebenaran suatu perkara, sehingga seseorang sangat mudah terjerumus dalam lembah kemaksiatan.


Kedua, dengan selalu istiqamah membaca surat al-Kahfi seseorang akan terhindar dari rasa galau. Sehingga dengan ini seseorang dapat menjalani ibadah dengan Istiqamah. Karena hati yang galau adalah penyebab akan lunturnya amal ibadah yang sudah istiqamah dilakukan.
Ketiga,  terhapusnya dosa. Kita sebagai umat manusia, sudah barang pasti tidak pernah luput dari yang namanya dosa. Diakui atau tidak, setiap harinya kita tidak pernah absn dari berbuat dosa. Setan akan terus berusaha menjerumuskan kita kedalam lembah dosa walupun kita sendiri tidak merasakan hal itu. oleh karena itu kita dianjuran untuk selalu meminta ampunan atas dosa-dosa yang kita kerjakan dengan bebagai amal ibadah yang salah satunya dengan membaca surat al-Kahfi. Membaca surat al-Kahfi pada hari jumat dengan Istiqamah akan menghilangkan dosa kita yang dikerjakan antara dua jumat. Seperti yang tertera dalam hadist riwayat Ibnu Umar;
مَنْ قَرَأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ فِي يَوْمِ الْجُمْعَةِ سَطَعَ لَهُ نُوْرٌ مِنْ تَحْتِ قَدَمِهِ إِلَى عَنَانِ السَّمَاءَ يُضِيْءُ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَغُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَ الْجُمْعَتَيْنِ
“Siapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, jadi juga akan memancar sinar dari bawah kakinya hingga ke langit, juga akan meneranginya nantinya pada hari kiamat, serta diampuni dosanya pada dua jumat. ”


Keempat, terhindar dari fitnah Dajjal. Munculnya Dajjal adalah termasuk salah satu tanda besar akan dekatnya hari kiamat. Tiada satu jengkal tanah dimuka bumi ini yang selamat dari injakan kaki Dajjal kecuali mekkah dan madinah. Dajjal  merupakan ciptaan Allah yang diciptakan untuk menyebarkan fitnah di seantero dunia. Tiada fitnah yang paling besar jika dibandingkan dengan fitnah dajjal. Oleh karena itu, Nabi Muhammad menganjurkan umatnya untuk selalu meminta lindungan kepada Allah dari fitnah Dajjaj dan memerintahkan umat yang nututi Dajjal untuk senantiasa menjauh darinya. Hal itu karena mereka tidak akan kuat dalam menghadapi fitnah Dajjal yang amat dahsyat.
 Selain itu, Nabi Muhammad juga menganjurkan umatnya yang nututi Dajjal untuk membaca surat al-Kahfi. Seperti yang termaktub dalam hadist Nabi Muhammad;
مَنْ قَرَأَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنْ آخِرِ الْكَهْفِ عُصِمَ مِنْ فِتْنَةِ الدَّجَّالِ
“Barangsiapa membaca sepuluh ayat terakhir dari surat Al Kahfi, maka ia akan terlindungi dari fitnah Dajjal.” (HR. Ahmad).
                Itulah hikamah dari membaca surat al-Kahfi yang dapat kami tulis. Semoga dengan tulisan singkat ini dapat memberi manfaat bagi para pembaca. Wallahu a’lam bi as-sawab.





Senin, 18 Februari 2019

Peran Santri Untuk Negeri



Peran Santri Untuk Negeri-Membela agama Allah. Itulah mungkin ungkapan yang lebih tepat untuk mengartikan jihad. Di negara kita ini semenjak turunnya presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY) dan digantikan oleh presiden Jokowi Dodo, diramaikan dengan masalah yang mengajak dan memaksa kita sebagai muslim untuk berfikir luas, artinya jika sebelumnya banyak dari umat islam yang tidak perhatian akan masalah kenegaraan, sekarang mereka dituntut harus memikirkannya. Lebih-lebih adanya fakta mengenai banyaknya penduduk cina yang hijrah ke negara kita ini.  Melihat keadaan yang semacam itu, ulama nusantara diantaranya adalah al-Habib Rizieq bin Syihab memunculkan sebuah gerakan dan aksi yang banyak menarik perhatian umat islam diseluruh penjuru nusantara ini.
Jika kita teliti sampai keakar, tindakan yang diambil oleh sebagian ulama kita itu sangatlah tepat, melihat besarnya bahaya yang akan ditimpa oleh negara ini jika masalah semacam diatas dibiarkan begitu saja tanpa ada reaksi dan tanggapan yang tegas dari umat islam. Hanya saja apakah seluruh umat islam harus memikirkan masalah kenegaraan seperti diatas? Ataukah alangkah baiknya bagi umat islam untuk membagi tugas, semisal: yang ada dipesantren ya tugasnya belajar saja, tidak usah memikirkan yang lain, yang diluar pesantren silahkan untuk memusatkan perhatiannya kemasalah kenegaraan? Ataukah bagaimana sebenarnya agama islam mengajarkan kita dalam mengambil sikap ketika ada masalah semacam itu?. Ada beberapa hal yang harus diketahui terkait sikap apa dan strategi bagaimana yang harus kita ambil sebagi umat islam. Dan bagaimanakah peran santri untik negeri?

JEJAK LANGKAH RASULULLAH SAW

Kita coba mengambil pelajaran dari sejarah. Suatu ketika Rasulullah SAW mengutus bala tentara untuk memerangi orang musyrik, sementara para sahabat tidak ikut, maka melihat tindakan para sahabat yang tidak ikut perang tersebut, orang kafir mengejek mereka, “ bagaimana sahabat itu kok tidak ikut perang sedangkan bala tentara sudah berangkat atas perintah Rasulullah “. Begitulah kiranya ejekan dari orang kafir pada sahabat. Mendengar ejekan semacam itu secara spontan sahabat tidak terima, sebab dengan begitu mereka dianggap sebagai sahabat yang tidak begitu peduli atas agamanya, ketidak terimaan itu mereka aplikasikan dalam bentuk aksi, artinya ketika itu juga para sahabat bergegas pergi ke medan perang demi membela agama rasulnya. Ternyata tindakan yang diambil oleh para sahabat itu mendapat tegoran langsung dari Allah SWT QS: at-Taubah ayat:121;

ما كان المؤمنون لينفروا كافة فلولا نفر من كل فرقة طائفة ليتفقهوا في الدين ولينذروا قومهم اذا رجعوا اليهم لعلهم يحذرون

Tidaklah pantas bagi suluruh umat islam untuk pergi menuju medan perang, melaikan harus ada sebagian dari mereka yang menetap di daerahnya (tidak ikut perang), agar bisa belajar agama dari Rasulullah SAW dan mengajarkannya pada golongan yang ikut perang ketika mereka pulang.


Dari catatan sejarah diatas kita bisa mengambil pengetahuan yang sangat berharga, bahwa sikap yang menurut akal manusia baik dan benar, belum tentu itu baik dan benar menurut syariat (Allah dan Rasulnya), terbukti sikap yang diambil sahabat yang menutut mereka itu adalah yang paling baik, ternyata itu kurang tepat, sebagaimana tegoran Allah melalui ayat al-Quran diatas.
Pengetahuan berikutnya yang bisa kita serap dari rekaman sejarah diatas adalah bahwa kejayaan islam itu sebenarnya terletak pada ilmu pengetahuan, tidak cukup hanya aksi dan perbuatan belaka. Terbukti Allah SWT menjelaskan dalam firmannya diatas tentang apa gunanya sebagian sahabat harus menetap didaerahnya masing-masing (dilarang ikut perang), yaitu untuk belajar agama dari Rasulullah, setelah itu mengajarkannya pada sahabat yang ikut perang. Dari sini berarti ilmu itu sangat penting dalam menempuh kejayaan islam. Hal itu disebabkan bahwa sebuah perbuatan jika tidak didasari dengan ilmu yang mapan, perbuatan itu akan sia-sia. Jadi agar perang yang dilakukan oleh sahabat ketika itu membuahkan hasil (ridho allah swt). Maka para sahabat harus berbagi tugas, ada yang perang dan ada yang belajar pada Rasulullah SAW.

JEJAK LANGKAH PARA ULAMA

Mungkin kita masih ingat mengenai kejayayan islam setelah para ulama berhasil mengalahkan pasukan bersalib ketika itu. Umat islam berhasil menang dalam berperang melawan pasukan bersalib itu sebab jasa besar para ulama, yang mana mereka sadar bahwa kejayaan islam hanya bisa dicapai dengan ilmu pengetahuan yang mapan, sehingga para ulama ketika itu tidak hanya fokus untuk melawan pasukan bersalib yang terus menyudutkan mereka dengan adanya aksi yang memanas, tapi juga mengajarkan pada umat islam hal penting mengenai sikap dan keyakinan yang benar menurut syariat, seperti meyakini bahwa kemenangan dan kekalahan adalah keputusan Allah swt, menata niat dalam berbuat, dll, yang pada akhirnya umat islam memilii pendirian yang teguh, berkeyakinan yang mendalam akan kekuasaan Allah SWT.
            Salah satu ulama yang memiliki kerangka perfikir seperti itu adalah al-Imam Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al-Ghozali yang masyhur dengan sebutan ‘al-Ghozali’, sampai akhirnya beliau mengarang kitab yang sangat bagus dan menjadi rujukan umat dalam hal ilmu tasawuf yaitu: ihya’ ulumiddin. Jadi begitulah jika kita menengok pada sejarah. Kejayaan islam berhasil dicapai adalah dengan ilmu pengetahuan yang dalam dan mapan.
Kesimpulannya sikap yang baik untuk menanggapi masalah yang sedang memanas di negara ini adalah dengan cara membagi tugas, dalam artian ada yang turun ke lapangan untuk membela agama dan negaranya, dan ada yang belajar yang pada akhirnya dengan hasil belajar itu kita sebagi umat islam didak akan pernah berada dalam genggaman orang kafir serta akan menuai kejayaan yang didambakan, amin.  Itulah mungkin sebagian dari strategi islam dalam melawan orang yang memusuhinya demi menegakkan agama Allah SWT.



Minggu, 10 Februari 2019

Etika Guru Menutut Ulama Salaf




Adab / Etika Guru menurut Ulama Salaf- Imam al-Haddad berkata “Seorang berilmu tidak akan bisa merasakan lezatnya ilmu sebelum dia menempa jiwa dan akhlaknya sehingga lurus sesuai al-kitab dan as-sunnah, serta mencampakkan keinginan untuk meraih kekuasaan di bawah telapak kakinya.”
Islam adalah agama yang sempurna. Allah telah mengatur sedemikian rupa ajaran-ajaran islam agar hambanya tidak terjerumus dalam lembah kemaksiatan dan selalu ingat padanya. Allah juga menjadikan Akhlak atau etika sebagai hiasan bagi umat islam. Allah sangat menekankan hambanya agar selalu berakhlak atau beretika dengan baik. 
dalam islam ilmu karakter atau ilmu akhlak dan etika sudah tersusun rapi dalam semua tingkatan. baik etika anak, orang tua, murit, guru dan yang lainnya. semua Allah telah jelaskan melalui utusannya yaitu nabi Muhammad yang sejatinya ia diutus untuk menyempurnakan akhlak dan etika.
ilmu akhlak dan etika tersebut sudah banyak disampaikan melaluli kitab-kitab ulama baik salaf maupun khalaf. namun disini penulis akan menyebutkan sedikit tentang Etika yang harus dimiliki guru.  

 Diantara etika guru adalah:

1      Inshaf (adil dan obyektif) mengaku salah bila ada yang memberitahu yang benar. Imam malik berkata “di zaman kita ini, tidak ada yang lebih langka dibanding inshaf”
2      Tidak malu untuk mengatakan”la adri (saya tidak tahu) atau wallahu a’lam (allah lebih tahu)” ketika ia ditanya perihal sesuatuyang tidak diketahuinya.
3      Cendrung menghindari dari memberi fatwa.
Ibnu masud dan ibnu abbas berkata “barangsiapa yang memberi fatwa atas segala persoalan yang ditnyakan kepadanya, maka ia gila”
4      Memandang remeh dan menjaga jarak dari dunia
Ibnu mas’ud berkata “andai saja para pengemban ilmu itu menjga ilmunya dan hanya menempatkannya kepada orang-orang yangtepat, niscaya mereka akan memimpin orang-orang yang hidup sezaman dengan mereka. Namun mereka menukarkan ilmu mereka kepada penguasa dunia, dengan harapan memperoleh sebagian dari dunia mereka, hingga mereka pun menjadi remeh di mata orang-orang yang (sebenarnya layak menerima ilmu)”


5      Rendah hati (tawaddu’) baik dalam kondisi sendiri maupun di hadapan orang lain.
Said bin Jubair berkata “ seseorang itu senantiasa menjadi orang berilmu (alim) selama ia mau terus belajar. Jika ia sudah tidak mau belajar lagi, dan menyangka bahwa dirinya telah berkelimpahan serta cukup dengan ilmu yang dimilikinya, maka ia adalah orang terbodoh diantara semua mahluk yang ada.”
6      Tidak suka berdebat dan bantah bantahan
Sufyan bin Uyainah berkata ;”seorang alim itu tidak suka mendebat dan bermanis-manis muka (tidak suka menjilat). Dan akan menyebarkan hikmah; bila diterima dia akan memuji allah, dan bila ditolak diapun tetap memuji allah”
7      Bersikap simpatik dan penuh kasih sayang kepada para pencari ilmu adalah etika guru yang terakhir
Imam an-nawawi berkata, “Di anjurkan bagi seorang guru agar bersikap simpatik kepada murid dan berbuat baik kepadanya semaksimal mungkin”

Inilah etika yang harus dimiliki seorang guru dalam mendidik peserta didiknya agar mendapatkan ilmu yang manfaat dan barakah. Sebagai guru, memang tidak boleh semena-mena menyampaikan materi pembelajaran kepada muridnya. Sebelum itu dilaksanakan, seorang guru haruslah mawas diri dan menghiasi diri dengan sifat-sifat yang terpuji seperti yang disebutkan. Bukan hanya terhadap peserta didik, namun juga kepada wali peserta didik.

Disadur dari kitab Minhaj as-Sawi, hal. 195


Senin, 04 Februari 2019

Hukum Ramai di Masjid dan adab / Tatakrama dalam Masjid



                hukum ramai-ramai di masjid- Masjid  adalah  tempat beribadah  kepada Allah SWT seperti  sholat, berdzikir, membaca al-Quran, dan lainnya. Selain itu kita tahu, bahwa  masuk dan keluar  dari masjid  memiliki adab /tatak rama tersendiri, hal itu tidak lain karena bentuk penghormatan kita kepada rumah sang ilahi.
            Tidak dapat dipungkiri lagi, bahwa sesuatu yang tidak layak dilakukan di masjid  sekarang malah sudah banyak terjadi. Contoh ramai-ramai di masjid, makan-makan, ngobrol hal-hal yang tidak berguna, tidur didalam masjid. Dan tidak jarang rupanya, hal-hal tadi juga malah menggangu kepada orang yang sedang sholat ataupun yang sedang menjalankan aktivitas ibadah yang lainnya. Akhirnya, banyak dari kalangan ta’mir masjid membuat sebuah peraturan yang melarang semua itu. Sampai-sampai  ada dari sebagian orang yang sholat disana berkata: ”lebih baik saya ibadah dirumah dari pada dimasjid tapi tidak khusyu’ karna terlalu ramai.
            Selain itu, masjid sekarang juga banyak fungsikan untuk selain sholat. Misalnya; digunakan untuk tahlilan, haul, majlis ta’lim dan dizkir dan lain-lain. Dari hal-hal tadi terkadang membuat resah orang yang sedang sholat, karena tempat yang sempit dan mereka merasa terganggu.

Baca Juga; Etika Guru Menurut Ulama Salaf

            Dalam menyikapi masalah-masalah diatas menurut kaca mata fikih, sebenarnya bagaimanakah hukum ramai-ramai, ngobrol atau bercanda, makan-makan, dan tidur didalam masjid, kemudian bagaimana jika hal-hal tadi sampai mengganggu pada orang yang sedang sholat atau menjalankan aktivitas ibadah yang lainnya, dan apakah  melaksanakan tahlilan, istighostah,  pengajian al-Quran didalam masjid dilegalkan oleh syariat, mengingat masjid diwakafkan untuk orang sholat saja ?. Dan bagaimana jika perkara tadi dapat mempersempit dan mengagangu orang yang sedang sholat?.
            Pada dasarnya ramai-ramai di masjid seperti; ngobrol hal-hal yang tidak layak untuk diperbincangkan didalam masjid , makan-makan dan tidur hukumnya  boleh hanya saja untuk dua contoh yang terakhir hukumnya bisa berubah menjadi haram ketika dapat mengotori masjid. Namun,  ketika melihat masalah ini  melewati kaca mata adab dan tatak rama maka dianjurkan untuk menjahui prilaku tersebut karna termasuk min babi su’il adab ( prilaku yang jelek ).
            Sebenarnya,3 prilaku diatas hukumnya boleh ketika memenuhi beberapa pertimbanagan sebagai berikut:
a) jika semua prilaku tersebut tidak dilarang oleh ta’mir masjid, karna mematuhi peraturan yang ditetapkan oleh ta’mir hukumnya wajib layaknya mematuhi perintah dan larangan dari sulthon atau imam. Ta’mir masjid  setara dengan sulthon atau imam karena sama-sama termasuk ulil amri ( pengurus untuk ummat muslim ).
b) jika prilaku-prilaku tersebut tidak mengganggu kepada orang yang sedang sholat. Adapun kalau mangganggu maka hukumnya makruh bahkan bisa haram ketika sampai menyakiti hati mereka .
Sedangkan  hukum menyelenggarakan  pengajian, tahlil, dan acara-acara islam lainnya di masjid hukumnya boleh  karna termasuk min babi imarotil masjid ( meramaikan masjid dengan ibadah ), selagi  tidak mengganggu pada manfaat awal dari masjid yaitu sholat. Adapun kalau acara-acara diatas dapat mengganggu  pada orang  yang  sholat  atau mempersempit  tempat mereka maka hukumnya adalah makruh.   
Refrensi: Bugyahtul Mustarsyidin




     
               
                        

Jumat, 01 Februari 2019

Geleng geleng Ketika Dzikir beserta dalilnya




Geleng geleng Ketika Dzikir- Zdikir adalah wasilah seorang hamba untuk mendekatkan diri kepada sang Maha Pencipta, para ulama  tidak hanya mengandalkan ilmu yang sudah mereka kuasai, akan tetapi juga memperhatikan ibadah dan kebersihan hati untuk tambah dekat dengan Allah SWT. Karenanya, banyak bermunculan majlis dzikir yang sangat di minati oleh banyak kalangan, seperti Manaqiban, Thariqoh dan semacamnya. Begitu juga salawat, dzikir yang menggunakan salawat memiliki kelebihan dari pada dzikir yang lain, karena dengan bersalawat berarti yang di buat wasilah pada Allah adalah makluk yang sangat di cintainya, yaitu Nabi Muhammad SAW. Hanya saja jika malihat cara dzikir yang berlaku di tengah masyarakat ada beberapa hal yang samar dan membuat penasaran mengenai hukumnya, yaitu bergeleng geleng ketika dzikir, baik itu salawat atau yang lain. Tidak jarang kita temukan praktek geleng-geleng semacam ini di lingkungan awam bahkan dikalangan santri sekalipun. Lantas bagaimana sebenarnya hukum dari praktek seperti di atas (geleng geleng ketika dzikir)? Berikut pendapat ulama mengenai dalil dari hal tersebut (menggrerakkan kepala saat dzikir):

Anjuran Dzikir Dalam Al-Quran

Allah SWT berfirman:

اَلّذَيِنَ يَذْكُرُوْنَ اللهَ قِيَامَا وَقُعُوْدًا وَعَلَى جُنُوْبِهِمْ... الاية ( ال عمران )

“ Yaitu otrang-orang yang berdzikir pada Allah dalam keadaan berdiri, duduk dan berbaring”

Jika kita berfikir sejenak mengenai firman Allah di atas, maka bisa kita ketahui bahwa bergerak ketika berdzikir boleh secara syara’, bahkan ayat di atas mengindikasikan dianjurkannya berdzikir setiap waktu dalam keadaan berdiri, duduk dan berbaring. Terlebih dalam Ushul al-Fiqh di jelaskan:

عموم الاشخاص يقتضي عموم الاحوال والازمنة و البقاع

Maksudnya: keumuman pengguna atau pelaku menunjukkan keumuman keadaan, waktu dan tempatnya. Ayat diatas di tunjukkan pada semua orang (umum), maka juga menunjukkan pada kepada umumnya keadaan, maksudnya untuk berdzikir seseorang bebas melakukannya dalam keadaan apapun, begitu juga waktu dan tempatnya.

Menurut Perspektif Tafsir

Dalam Surat al-Ahzab Allah juga berfirman:

وَالَّذاكِرِيْنَ اللهَ كَثِيْرًا وَالّذَاكِرَاتِ....الاية ( الاحزاب )

“Dan orang-orang yang sering berdzikir pada Allah dari laki-laki dan perempuan”

Mengenai firman Allah di atas Ibnu Abbas berkata: bahwa Allah tidaklah mewajibkan atas hambanya sebuah kewajiban, melainkan telah menentukan waktu khusus untuknya, dan tidak boleh di tinggalkan kecuali ada udzur syari’ seperti shalat, puasa dan lainnya. Berbeda dengan dzikir, Allah SWT mewajibkan hambanya berdzikir, tetapi tidak menentukan waktu khusus untuk dzikir, dan tidak boleh di tinggalkan meskipun ada udzur kecuali udzur berupa: tidak berakal. kesimpulannya berdzikir itu wajib di setiap keadaan.

Maka dari penjelasan ulama di atas bisa di simpulkan bahwa bergeleng-geleng ketika dzikir hukumnya boleh. Akan tetapi jika berpotensi pada tidak khusyuk, maka yang lebih utama tidak bergeleng-geleg. kita berdoa agar kita dijadikan hamba yang khusu'. Wallahu A’lam

Lihat: fatawa al-Kholiliy Ala Madzhab asy-Syafi’i



Kamis, 31 Januari 2019

Doa Ampuh Menghilangkan Galau



Galau adalah salah satu penyakit yang dapat menjangkiti siapa  saja,. dak memandang orang itu tua dan muda,. . sapa saja dapat terkena penyakiit  ini. penyakit ini memang tidak seperti penyakit-penyakit yang lainya. karena yang penjadi pusat dari penyakit ini adalah hati. jika dilihat dari luar orang yang terkena galau, maka bisa jadi anda dak menyangka orang itu galau apa tidak. namun hati terasa hancur dan remuk.

galau bisa terjadi ketika seseorang mengalami suatu masalah yang tentunya tidak ia inginkan seperti gagal meraih yang ia inginkan, dan yang tak kalah hebatnya yaitu ketika putus cinta.
maka untuk itu seorang harus berusaha untuk menghilangkan rasa galau yang terus menyakiti jiwa. agar tidak terus-menerus larut kedalam kesediahan. Berikut doa ampuh menghilangkan galau yang digunakan oleh ulama dalam menghilangkan galau ini doanya


الهم ارزقني حبك وحب من ينفعني حبه عندك اللهم مرزقتني مما احب فجعله قوة لي فيما تحب

اللهم وم زويت عني مما احب فجعله فرغا لي فيما تحب

Artinya: ya allah berikanlah aku cintamu dan cinta yg bermanfaat padaku disisimu
Yaallah berikanlah aku perkara yg aku cintai dan jadikanlah kekuatanku dalam sesuatu
Yang kamu cintai ,yallah jauhilah aku dalam perkara yang kucintai, maka jadikanlah kegundahan hati ini Kepada perkara yg kamu cintai .

pejuang AnnajahSidogiri